Sebuah Cerita Mini

Impianku adalah bermain musik di sebuah ruangan besar dengan iringan orkestra cantik dan dilihat ribuan penonton, hingga suatu saat aku memutuskan untuk mengamen di pinggiran jalan ibukota.
Sebenarnya aku tidak mengamen, aku lebih menganggap aku sedang memperlihatkan keterampilanku bermain gitar, yah mungkin ini hanya semacam ungkapan ekspresi dan luapan emosiku. Jreng…. Kumainkan nada demi nada, kupetik senar-senar yang sudah banyak karatnya, maklum aku tidak mampu membeli senar “Dimarzio“. Jiwaku adalah musik blues, kumainkan musik blues, kukumandangkan “The Trill is Gone-nya” om BB. King dengan suaraku yang entah bagus atau buruk tapi menurutku bagus. Tanpa kusadari saat kumainkan melodi panjang mendayu-dayu, ternyata aku sudah dikerubuti puluhan orang, tidak, Ini lebih dari seratus orang! Sungguh tak bisa dipercaya bahwa ada ratusan orang melihat pertunjukan bodohku. “Hei bung, permainan gitarmu tidak cocok di jalanan ini, kau lebih cocok bermain bersama konser “G3!” Ujar seorang pria jangkung dan kurus di depanku. Sejenak aku terdiam, agak sedikit tidak percaya dengan situasi ini, kulanjutkan lagi aksiku, sungguh saat itu aku sangat menikmati situasi ini, dalam hati terucap terimakasih. Permainan selesai! “Plok plok plok….!” Riuhnya tepuk tangan mereka yang menyaksikanku begitu syahdunya, sungguh aku…. Sungguh terharu. Dan, berjalan seorang pria besar berwajah indo, rambutnya lurus panjang terikat rapi, pakaiannya merah a la kemeja Hawai, celananya jeans hitam disambung sepatu kulit hitam yang kelihatannya sangat mahal menghampiriku. “Hai teman, permainanmu merobek hatiku, jika kamu bersedia, kamu bisa bernyanyi di atas panggung “caffeku!” Ucapnya. Tanpa panjang lebar dan saat itu juga aku menjawab oke kenapa tidak, toh aku seorang pengangguran.
Besoknya, aku langsung tampil di caffe milik om Johnson, dan hari demi hari aku beraksi di sana, lanjut bulan demi bulan, sampai berganti tahun. Dan sekarang! Aku baru saja menceritakan awal di mana aku mulai berekspresi dalam gitar kepada wartawan peliput berita, sungguh tak bisa kupercaya bahwa hari ini, di jam ini aku baru saja tampil dalam acara tur gitarku yang pertama, disaksikan ribuan penonton, diiringi musik orkestra yang begitu spektakuler. Sungguh aku masih tak percaya, tapi asal kau tahu, ini bukan fiksi, ini kisah nyata! Mari perlihatkan aksimu, karena aku tidak mau berhenti sampai di sini.